Tampilkan postingan dengan label By : Giana. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label By : Giana. Tampilkan semua postingan

Selasa, 23 Agustus 2016

Bagaimana rasanya melahirkan?

Pasti diantara wanita hamil 60-70℅ nya pernah bertanya atau searching bagaimana rasanya melahirkan.
Saya akan berbagi pengalaman yang sudah saya rasakan, untuk ibu ibu hamil yang ingin tahu rasanya melahirkan. Persiapan apa yang diperlukan dan cara melahirkan.
Tanggal 30 juni saya melahirkan anak pertama saya,laki-laki. Tentunya ini menjadi pengalaman pertama.
Persiapan terpenting yang dibutuhkan adalah, persiapan mental dan doa.  Selepas shalat saya selalu berdoa "Ya allah kuatkan saya menjalani kelahiran,mudahkan dan lancarkan prosesnya, anakku selamat sehat dan sempurna.
Perempuan itu kuat, kuat nahan sakit, kuat ngeden, kuat pokoknya. Kita kudu kuat. Lalu butuh semangat bukan cuma dari diri kita sendiri tapi dari orang sekitar,keluarga dan utamanya suami.
Lalu persiapan keperluan baby. Seminggu sebelum prediksi,saya baru beli peralatan baby, beli seperlunya saja karena baby itu cepat besar. Alhamdulillahnya, banyak kado dari saudara,teman dan relasi mama papa 
Tanda awalnya adalah kontraksi dan keluar bercak coklat/merah,sama seperti wanita akan haid.
Saya mengalami kontraksi hingga 2 hari. Seharian masih pembukaan pertama-kedua  jadi saya masih diijikan untuk pulang kerumah.
Lalu dihari kedua maju kepembukaan ketiga,saya tidak boleh pulang harus stay di ruangan bersalin.
Pembukaan ketiga-keempat sampai jam 6 sore. Lalu pembukaan keempat-keenam jam 9 malam.
Rasanya mules "WOW" sakitnya mantap bikin meringis.
Rasanya ngilu banget dan pedes di bagian punggung, pinggang dan pinggul hingga mati rasa.
Kalau boleh di kasih balsem mau deh, biar sedikit reda sakitnya. Sampai kelojotan, karena saya di infus jadi darah keluar melalui lubang infusan dan  pada netes ke lantai dan baju.
Pembukaan keenam menuju sepuluh,rasanya lama sekali seakan waktu berjalan sangat lambat.
Denger di ruangan sebelah udah pada lahiran, saya bertanya "ya allah saya kapan?". saya tanya lagi ke bidannya, udah boleh ngeden bu?. Jangan ngeden,nanti dulu. Iya ga boleh ngeden walopun kita rasanya pingin banget ngeden, ditahan sekuat hati dan tenaga. Tarik-ulur nafas.
Menuju pembukaan keenam-kesembilan rasanya setengah mati mulesnya,udah sesak nafas. Udah antara sadar dan nggak. Cape banget rasanya berasa ngantuk banget, aku ketiduran lalu bangun  lagi karena kontraksi. Kontraksi tiga menit sampai lima menit. Sakitnya jungkir balik mau teriak tapi ga boleh nanti tenaganya keburu habis duluan jadi aku ngegigit kain.
"Huhhh-hahhh-huuuhhh-haahhh" tarik ulur nafas.
"Ya allah,ga nahan gpp kalo emang kudu di vakum, diapain lah. Gpp,yang penting mulesnya cepet selese"
"Ya allah,kalau memang begini rasanya melahirkan. Saya rela,mungkin ini penghapusan dosa dosaku yang banyak. Aku rela dan ridho merasakan ini semua"
Aku mulai ingat kedua orangtuaku, terutama mamahku.
" Aku minta maaf mah, aku banyak dosa sama mamah. Begini ya mah rasanya,maafin aku mah".
Aku minta maaf ke papah.
Dan juga suamiku "aku tau sayang aku banyak salah dan dosa sama sayang,pernah bikin sakit hati. Aku minta maaf sayang,ridhonya".
Aku bilang ke suamiku "Sayang,mana HP aku mau telepon mimi. Aku mau minta maaf ke mimi sama minta doanya".
Aku ngerasa, aku punya salah dan mungkin mertuaku pernah sakit hati atas tindakan dan perkataan yang aku ucapkan.
Setelah maaf maafan, aku makin ga kuat, makin uring uringan  Kapan waktunya?
"Sabar setiap bayi tahu kapan dia akan lahir" kata minde.
Aku ngomong sama anakku didalam kandungan "Nak,ayo nak kita sama sama berusaha. Jalannya kebawah nak, nanti kalo keluar nangis dan teriak yang kenceng ya".
Diantara rasa sakitnya melahirkan, aku didampingin suamiku yang super. Super berani dan super baiknya mau dampingin dan jagain aku".
Berkali kali aku lihat jam dinding, waktu seakan berjalan lambat.
Sepanjang masa mules yang luar biasa aku selalu berdoa,shalawat ya allah,ya rasulullah.
Karena teriak ga boleh,jadi aku teriak dengan nyebut nama rasullullah. "Allahumma shalli ala nabi muhammad".
Akhirnya rasa itupun tiba,rasa ngeden yang ga nahan banget.
"Bu aku udah ga tahan bagaimana nih,mau ngeden banget bu. Aduh ya allah,bu gimana?". Rasanya kaya ada yang mau keluar,neken banget.
"Tarik nafas ya,ngeden-terus terus kaya lagi kesel sama orang" Kata ibu bidan histeris.
"Ayo ayo terus ngeden,orang marahnya". Suamiku histeris.
Rame banget didalem nyorakin buat ngasih se
Alhamdulillah,cuma dua kali tarikan nafas baby keluar. Satu nafas ngeden dan satu tarikan nafas panjang dorong sambil ngeden emosi kaya orang kesel.
Baby pun keluar dan langsung nendang-nendang dan nangis kenceng.
"Selamat ya umi" kata suamiku sambil mencium keningku.
Aku bahagia,anakku lahir dan dia nangis kenceng banget. Berarti anakku sehat.
Saat melahirkan, aku harus mengalami tindakan pengguntingan. Dua kali. Kebawah dan kesamping kiri,kerasa banget. "Cresss-cress" Darah langsung mancur. Aku tahu,tapi rasanya mati rasa udah ga berasa. Mungkin gara gara udah ngerasain rasa mules jadi sakitnya udah ga berasa.
Perutku di rogoh-rogoh dibersihkan, keluar ari-ari,gumpalan darah nifas yang besar,darah dikeluarkan semua dibersihkan.
Karena aku mengalami penangan proses pengguntingan maka harus dijahit, berasa nih rasanya. Rasanya saat jarum suntik ngasih suntikan pereda sakit "cessss" perih.
Walaupun di berikan suntikan pereda sakit, tapi masih berasa proses penjahitannya.
Saking ngerinya aku ga berani rasa-rasain, aku alihkan pikiran ke anakku.
Aku mau lihat anakku,mana my baby.
Dan alhmdulillah prosesnya selesai, aku ga mau hitung dapat berapa jahitan yang jelas aku dijahit luar dalam.
Setelah prosesnya selesai, aku dekap anakku.
"Alhamdulillah,akhirnya kita ketemu nak". Semua rasa yang dialami saat melahirkan terbayar sudah dengan lahirnya baby, lihat baby tidur dan bernafas itu bahagia banget.
Perempuan itu ternyata kuat, sangat kuat untuk menahan sakit yang dia alami karena laki laki takkan mampu untuk menanggung beban melahirkan.

I say thank you to my husband who has accompanied. I love you thousand more.

Sabtu, 23 Juli 2016

"Kisah teladan" Si pemabuk dan pezina "Jangan takut sultan dan orang orang shalih akan menshalatkan jenazahku"

Di dalam buku hariannya Sultan Turki Murad IV mengisahkan, bahwa suatu malam dia merasakan kegalauan yang sangat, ia ingin tahu apa penyebabnya. Maka ia memanggil kepala pengawalnya dan memberitahu apa yang dirasakannya.
Sultan berkata kepada kepala pengawal: "Mari kita keluar sejenak".
Di antara kebiasaan sang Sultan adalah melakukan penyamaran di malam hari untuk mengetahui keadaan rakyatnya.
Lalu mereka pun pergi, hingga tibalah di sebuah lorong yang sempit.

Tiba-tiba, mereka menemukan seorang laki-laki tergeletak di atas tanah. Sang Sultan menggerak-gerakkan lelaki itu, ternyata ia telah meninggal. Namun orang-orang yang lalu lalang di sekitarnya tak sedikitpun mempedulikannya.
Sultan pun memanggil mereka, namun mereka tak menyadari kalau orang tersebut adalah Sultan. Mereka bertanya: "Apa yang kau inginkan?.
Sultan menjawab: "Mengapa orang ini meninggal tapi tidak ada satu pun di antara kalian yang mau mengangkat jenazahnya? Siapa dia? Di mana keluarganya?"
Mereka berkata: "Orang ini Zindiq, suka menenggak minuman keras dan berzinah".
Sultan menimpali: "Tapi . . bukankah ia termasuk umat Muhammad shallallahu alaihi wasallam? Ayo angkat jenazahnya, kita bawa ke rumahnya".
Mereka pun membawa jenazah laki-laki itu ke rumahnya.
Melihat suaminya meninggal, sang istripun pun menangis. Orang-orang yang membawa jenazahnya langsung pergi, tinggallah sang Sultan dan kepala pengawalnya.
Dalam tangisnya sang istri berucap kepada jenazah suaminya: "Semoga Allah merahmatimu wahai wali Allah. Aku bersaksi bahwa engkau termasuk orang yang sholeh".
Mendengar ucapan itu Sultan Murad kaget. Bagaimana mungkin dia termasuk wali Allah sementara orang-orang membicarakan tentang dia begini dan begitu, sampai-sampai mereka tidak peduli dengan kematiannya".
Sang istri menjawab: "Sudah kuduga pasti akan begini."
"Setiap malam suamiku keluar rumah pergi ke toko-toko minuman keras, dia membeli minuman keras dari para penjual sebanyaj yang ia mampu. Kemudian minuman-minuman itu di bawa ke rumah lalu ditumpahkannya di atas tanah, sambil berkata: "Aku telah meringankan dosa kaum muslimin dari minum minuman khamr".
"Dia juga selalu pergi menemui para pelacur, memberi mereka uang dan berkata: "Malam ini kalian sudah dalam bayaranku, jadi tutup pintu rumahmu sampai pagi".
"Kemudian ia pulang ke rumah, dan berkata kepadaku: "Alhamdulillah, malam ini aku telah meringankan dosa para pelacur itu dan pemuda-pemuda Islam dari doa berzina".
" Orang-orangpun hanya menyaksikan bahwa ia selalu membeli khamar dan menemui pelacur, lalu mereka menuduhnya dengan berbagai tuduhan dan menjadikannya cibiran."
Suatu kali aku pernah berkata kepada suamiku: "Kalau engkau mati nanti, maka tidak akan ada kaum muslimin yang mau memandikan jenazahmu, menshalatimu dan menguburkan jenazahmu".
Ia hanya tertawa, dan berkata: "Jangan takut, bila aku mati, aku akan dishalati oleh Sultan kaum muslimin, para Ulama, para Auliya dan orang orang shalih".
Maka, Sultan Murad pun menangis, dan berkata: "Benar! Demi Allah, akulah Sultan Murad, dan besok pagi kita akan memandikannya, mensholatkannya dan menguburkannya".
Demikianlah, akhirnya prosesi penyelenggaraan jenazah laki-laki itu dihadiri oleh Sultan, para ulama, orang orang shalih dan seluruh masyarakat.

Cerita disadur dari islampos.com

Kamis, 07 Juli 2016

Persalinan NORMAL VS SESAR

Sebenarnya,mau melahirkan dengan cara normal ataupun sesar sama saja prosesnya. Rasa mules mules yang tak tertahanankan saat proses pembukaannya.
Mungkin ada beberapa orang yang bingung memilih antara melahirkan normal atau sesar.
Seperti pertanyaan dalamy sebuah milis tertulis: Guys mau minta pendapatnya nih. Lebih enak mana, melahirkan sesar atau normal. Tolong pencerahannya, ya. Khususnya bagi yang sudah berpengalaman.
Pencerahan pun datang satu per satu ke milis. Ada yang menulis seperti ini: "Yang pasti kalau operasi sesar enggak perlu ngeden. Sementara normal pake acara ngeden. Terus kalau baru bayi pertama, ngeden nya biasanya masih belum bisa dan bisa menyebabkan terjadi banyak robekan pada vagina. Tapi kalo yang mimpin pinter
(maksudnya bidan, Red), robekannya bisa dikit. Jadi pas dijahit enggak banyak. Habis gitu
biasanya, sih, 6 jam kemudian ibu sudah bisa jalan-jalan.
Nah, pada persalinan sesar terkadang ada ibu yang alergi sama benang jahitnya, sehingga timbul gatal-gatal pada bekas jahitan. Udah gitu 1-2 minggu kadang belum boleh turun dari tempat tidur. Kalo masalah vagina melar pada persalinan normal sebetulnya sih enggak seekstrem itu. Karena sebetulnya vagina itu elastis. Jadi kalo emang bisa lahir normal ya normal aja kecuali ada kondisi tertentu yang enggak memungkinkan untuk lahir normal."
Jawaban yang diberikan tadi cukup memberikan pencerahan dari dua belah sisi; baik dari sisi persalinan normal maupun sesar. Tapi hal lain yang mesti dicatat bagi ibu-ibu yang tengah menanti waktu melahirkan adalah persalinan sesar harus dilakukan berdasarkan indikasi medis. Artinya, tidak ada pilihan aman lainnya agar ibu dan bayi selamat kecuali dengan persalinan sesar. Siapa saja yang memiliki indikasi ke arah persalinan sesar? Di antaranya ibu penderita asma berat, ibu dengan penyakit jantung, ibu yang janinnya terlilit tali pusat, ibu yang air ketubannya tidak mencukupi, dan ibu dengan tulang panggul sempit.
Tanpa indikasi medis, ibu sudah seharusnya menjalani persalinan normal. Namun agaknya, masih banyak kesalahkaprahan dalam memandang persalinan sesar. Akibatnya, bersalin sesar atau normal sama-sama dijadikan pilihan seperti halnya menu makanan. Memang benar, dokter bisa apa kalau ibu dan ayah mendesak si jabang bayi dilahirkan di tanggal pesanan. Padahal tujuan sesar bukan untuk mendapatkan hari kelahiran di nomor cantik 8-8-8, apalagi menjaga vagina agar tak robek. Waduh-waduh, mahal betul harga yang harus dibayar, apalagi setelah sesar ada sederet "kerugian" yang harus dibayar. Ini dia:
* SAKIT DI TULANG BELAKANG
Banyak ibu setelah sesar mengeluh sakit di bagian tulang belakang (tempat dilakukan suntik anastesi sebelum operasi). Keluhan ini umumnya terasa saat membungkukkan badan, mengambil sesuatu di lantai, atau mengangkat beban yang lumayan berat. Sumber rasa nyeri berada tepat pada bekas tusukan jarum suntik saat dilakukan bius lokal.
Alhasil, sehabis melahirkan sesar, ibu tidak disarankan melakukan gerakan yang terlalu mendadak dan drastis serta harus menghindari mengangkat beban berat. Umumnya jika keluhan ini berlarut-larut atau intensitas sakitnya meningkat, ibu disarankan untuk berkonsultasi pada dokter. Kalau perlu, akan dilakukan pemeriksaan penunjang, misalnya rontgen tulang belakang.
Pada ibu yang melahirkan normal, kondisi ini tidak terjadi. Empat puluh hari bahkan enam jam setelah bersalin, ibu bisa langsung beraktivitas normal.
* NYERI DI BEKAS SAYATAN
Pascaoperasi, saat efek anestesi hilang, nyeri di bekas sayatan bedah akan terasa.
Ibu melahirkan normal, setelah istirahat enam jam, paling-paling akan merasa letih atau pegal-pegal. Rasa letih ini lekas hilang jika ibu banyak bergerak.
* RASA KEBAL DI BEKAS SAYATAN
Keluhan lain sehabis operasi sesar adalah rasa kebal di bagian atas bekas sayatan operasi. Ini wajar karena saraf di daerah tersebut boleh jadi ada yang terputus akibat sayatan saat operasi. Butuh kira-kira 6-12 bulan, sampai serabut saraf tersebut menyambung kembali.
Pada persalinan normal, putus saraf di perut dipastikan tidak ada.
* NYERI DI BEKAS JAHITAN
Keluhan ini sebetulnya wajar karena tubuh tengah mengalami luka, dan penyembuhannya tidak bisa sempurna 100%. Apalagi jika luka tersebut tergolong panjang dan dalam. Dalam operasi sesar ada 7 lapisan perut yang harus disayat. Sementara saat proses penutupan luka, 7 lapisan tersebut dijahit satu demi satu menggunakan beberapa macam benang jahit.
Nah, dalam proses penyembuhan tak bisa dihindari terjadinya pembentukan jaringan parut. Jaringan parut inilah yang dapat menyebabkan nyeri saat melakukan aktivitas tertentu, terlebih aktivitas yang berlebihan atau aktivitas yang memberi penekanan di bagian tersebut.
Pada persalinan normal, walau ada jahitan pada vagina (ini juga tidak pada semua ibu), tapi efeknya tidak akan seperti kondisi ibu disesar. Ibu yang bersalin normal biasanya tidak akan mengeluhkan apa-apa pada jahitan tersebut.
* MUAL MUNTAH
Rasa mual-muntah yang umumnya timbul akibat sisa-sisa anestesi pada diri ibu.
Efek seperti ini, tidak ditemukan pada ibu bersalin normal. Yang ibu rasakan hanyalah perasaan letih, lapar, dan haus.
* MUNCUL KELOID DI BEKAS JAHITAN
Selama masa penyembuhan luka operasi, banyak ibu yang gundah karena perutnya tak lagi mulus. Apalagi jika di bekas jahitan muncul benjolan memanjang yang disebut keloid. Munculnya keloid pada bekas sayatan operasi sesar biasanya disebabkan oleh paparan cairan ketuban yang mengandung faktor pertumbuhan sel, jenis benang jahit yang dipakai, teknik menjahit, serta bakat seseorang dalam reaksi jaringan.
Pada ibu yang bersalin normal, mendambakan perut yang tetap mulus seperti saat gadis bukanlah masalah berarti.
* GATAL DI BEKAS JAHITAN
Rasa gatal di bekas jahitan sangat mengganggu dan mendorong ibu untuk menggaruknya. Sedihnya, tidak disarankan bagi ibu untuk menggaruk karena dikhawatirkan jahitan akan terbuka dan menimbulkan dampak lebih parah. Rasa gatal bisa timbul akibat adanya infeksi pada daerah luka operasi seperti infeksi jamur atau karena reaksi penyembuhan luka yang berlebihan.
Bila penyebabnya infeksi biasanya akan tampak tanda radang di daerah jahitan (ditandai dengan kulit yang berwarna kemerahan, ada luka, ada cairan yang keluar, terasa panas, dan terasa nyeri bila ditekan). Berbeda bila disebabkan reaksi kulit yang berlebihan; kulit di daerah jahitan menebal dan mengeras serta menonjol dibanding permukaan kulit lainnya. Inilah yang disebut keloid.
Ibu bersalin normal tidak merasakan hal ini karena tidak ada luka sayatan di daerah perut.
* L UKA BERPELUANG INFEKSI
Ibu yang melahirkan secara sesar harus menjaga luka di perutnya agar jangan sampai terkena air dan terinfeksi. Proses penyembuhan luka bekas sesar biasanya berlangsung 10 hari.
Bagi ibu yang bersalin normal, perawatan luka kemungkinan dilakukan di bibir vagina yang diepisiotomi (digunting sedikit). Jika tak ada indikasi perlunya eposiotomi, setelah bersalin normal dan kembali bugar, ibu boleh mandi sesuka hati.
* MINUM ANTIBIOTIK
Untuk mencegah infeksi pada luka sayatan sesar, pascaoperasi ibu akan diberi antibiotik untuk beberapa hari ke depan. Jadi, sabar-sabar saja untuk tidak putus obat sepanjang dosis yang ditentukan dokter.
Ibu bersalin normal, tidak perlu antibiotik. Yang mesti dipenuhi adalah asupan makanan empat sehat lima sempurna, dan minum minimal 8 gelas sehari.
* TAK BOLEH SEGERA HAMIL
Jarak aman antarkehamilan yang disarankan adalah 2 tahun setelah sesar, meski ini bukan angka mati karena terpulang kembali pada kondisi masing-masing ibu. Idealnya, sehabis menjalani operasi sesar, tunda kehamilan sampai luka operasi dan jahitannya benar-benar sembuh dan kuat. Kehamilan selagi jahitan masih "basah" dan belum kuat dikhawatirkan membuatnya lepas dan selanjutnya membahayakan ibu seiring dengan membesarnya perut. Selain itu, tenggang waktu 2 tahun ini juga dimaksudkan untuk memberi kesempatan pada organ-organ reproduksi maupun organ lainnya untuk beristirahat.
Pada ibu yang bersalin normal, jarak setahun tidaklah masalah. Namun, tentu saja jarak kehamilan sedekat ini tidak dianjurkan karena tidak terlalu baik bagi psikis anak yang sangat membutuhkan perhatian penuh sampai ia cukup mandiri dan bisa berbagi.
* MOBILISASI TERBATAS
Dalam waktu 24 jam, mobilisasi ibu pascapersalinan sesar mesti dilakukan secara lebih lama dan lebih bertahap. Tanpa itu, proses penyembuhan luka bisa mengalami gangguan.
Ibu yang melahirkan normal, setelah 6 jam beristirahat hanya perlu tahapan singkat mobilisasi. Setelah itu, ibu dapat langsung beraktivitas seperti biasa.
* LATIHAN PERNAPASAN DAN BATUK
Latihan pernapasan dan batuk bagi ibu sesar dimaksudkan untuk membantu mengeluarkan sisa-sisa anestesi. Tujuannya agar paru-paru benar-benar bersih dan terhindar dari risiko pneumonia.
Ibu bersalin normal tidak perlu susah-susah melakukan latihan napas dan batuk. Cukup lakukan senam ringan yang akan membantu proses pemulihan.
* KEMUNGKINAN SEMBELIT
Sehabis menjalani operasi sesar, biasanya ibu baru bisa buang air besar beberapa hari kemudian.
Pada ibu yang bersalin normal, kondisi sembelit umumnya tidak ditemui.
* DIBATASI 3 ANAK
Mereka yang sudah menjalani 3x operasi sesar mau tidak mau harus bersedia disteril. Ini adalah standar medis di Indonesia guna menghindari hal-hal yang sangat membahayakan ibu maupun janinnya. Juga karena memang belum ada RS yang menyediakan teknologi mutakhir untuk melakukan operasi sesar keempat kalinya pada ibu yang sama.
Pada ibu yang melakukan persalinan normal, setelah bersalin anak ketiga, jika masih berencana ingin punya anak keempat dan seterusnya boleh-boleh saja. Dengan catatan ibu mampu lahir dan batin.
* SYARAT INI-ITU
Meski tergantung pada jenis anastesi yang digunakan, kemung- kinan besar sehabis disesar ibu tidak boleh langsung minum sampai mendapat izin dari dokter. Ibu sesar juga mesti mengalami pemasangan kateter sebelum operasi dimulai yang dilepas setelah 24 jam. Biasanya setelah kateter dilepas, ibu sulit buang air kecil.
Pada ibu yang melahirkan secara normal, minum dan makan bisa dilakukan kapan saja setelahnya. Selain itu, tidak ada proses pemasangan kateter dan BAK atau BAB bisa dilakukan langsung secara nornal.
Setelah operasi ibu yang bersalin sesar juga harus rela badannya ditusuk jarum infus yang tidak akan dirasakan oleh ibu yang bersalin normal.
Bagaimana? Apakah bersalin sesar masih dianggap lebih baik daripada secara alami? Sekali lagi, persalinan sesar hanya lebih baik jika memang terdapat indikasi medis pada ibu dan janin.

Berbagai sumber.
REFERENCE dari TABLOID NAKITA

Rabu, 01 Juni 2016

Tanda akhir zaman makin terlihat

Banyak rumah besar --- keluarga makin kecil.
Gelar makin tinggi --- akal sehat makin rendah
Pengobatan makin canggih --- Kesehatan makin buruk
Travelling keliling dunia --- Tak kenal tetangga dekat
Penghasilan bertambah --- Tak ada ketentraman jiwa
Manusia makin banyak --- Kemanusiaan makin menipis
Pengetahuan makin bagus --- kearifan makin berkurang
Banyak teman di dunia maya --- Sedikit sahabat sejati
Minuman keras makin banyak --- Sedikit Air bersih makin berkurang
Pakai jam tangan mahal --- Selalu kekurangan waktu
Alqur.an banyak dihafal --- sedikit yang mengamalkan
Belajar makim mudah --- Guru makin tidak berharga
Teknologi makin canggih --- Aib dan fitnah makin banyak tersebar
Orang yang sedikit ilmu banyak bicara --- Orang yang banyak ilmu diam

Senin, 30 Mei 2016

Membuat jera para pelaku kejahatan seksual anak

Kamis lalu tanggal 26 mei,presiden jokowi menerbitkan perppu 1 tentang penambahan hukuman kejahatan seksual.
Kejahatan seksual adalah extraordinary crime, kehajatan luar biasa. Apalagi kejahatan yang korbannya adalah anak anak.
Melihat dalam beberapa bulan terakhir kasus kejahatan seksual pada anak meningkat dan mengemuka dihadapan publik.
Kasus pemerkosaan beramai ramai hingga menyebabkan kematian yang sadis dan diluar kewarasan.

www.lensaindonesia.com/2016/05/15/ini-kronologis-pembunuhan-sadis-cewek-tewas-kemaluannya-ditancapi-gagang-pacul.html

Kasus pemerkosaan sadis yang berujung maut.

m.liputan6.com/regional/read/2499720/kronologi-kasus-kematian-yuyun-di-tangan-14-abg-bengkulu

Anak umur 2,5 tahun yang di perkosa hingga tewas.

m.suara.com/news/2016/05/11/220300/duh-balita-usia-25-tahun-diperkosa-hingga-tewas

Anak pulang SD les yang tiba tiba pulang sekolah di cegat lalu di seret ke gubuk lalu di perkosa oleh orang yang tidak di kenal.

m.republika.co.id/berita/nasional/jabodetabek-nasional/16/05/11/o6zth1394-pulang-sekolah-siswi-kelas-vi-sd-diperkosa-di-kebun-kosong

Lalu anak umur 14 tahun yang di perkosa lebih dari satu orang hingga hamil 8 bulan.

www.trentekno.com/41140/diperkosa-5-orang-pria-dan-hamil-8-bulan-gadis-ini-tinggal-di-kandang-bebek/

Ini hanyalah sebagian yang di ungkap kehadapan publik. Sungguh miris dan sadis. Mendengarnya membuat hati nurani orang orang waras terenyuh.
Tidak semua korban mampu untuk melapor, karena korban ada yang malu, korban di ancam untuk di bunuh, korban takut dikucilkan dan membawa aib di mata masyarakat.
Pelaku dari kejahatan seksual ini bukan hanya orang tua tapi ada di antaranya masih di bawah umur.
Seseorang dikatakan masih anak anak saat umurnya masih di bawah 18 tahun.
Anak anak sekarang lebih cepat dewasa, bahkan umur 15 tahun pun sudah tau tentang seks yang pengawasannya tidak terkontrol.
Para pelaku umumnya melakukan hal tersebut dalam keadaan mabuk dan setelah menonton film porno.
Koq bisa anak anak melakukan hal itu?
Siapa yang salah?.

Fenomena ini membuat banyak masyarakat geram. Para pelaku harusnya di kebiri atau dihukum mati agar jera dan meminimalisir kasus kejahatan.

Presiden Joko Widodo telah menandatangani peraturan pemerintah pengganti undang-undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang perrubahan kedua Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.
Perppu ini memperberat sanksi bagi pelaku kejahatan seksual, yakni hukuman mati, penjara seumur hidup, maksimal 20 tahun penjara dan minimal 10 tahun penjara.
Perppu juga mengatur tiga sanksi tambahan, yakni kebiri kimiawi, pengumuman identitas ke publik, serta pemasangan alat deteksi elektronik.
Perppu ini mengubah dua pasal dari UU sebelumnya yakni pasal 81 dan 82, serta menambah satu pasal 81A. Berikut ini isi dari Perppu Nomor 1 Tahun 2016:
1. Ketentuan Pasal 81 diubah sehingga berbunyi sebagai berikut:
Pasal 81
(1) Setiap orang yang melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 76D dipidana dengan pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 15 (lima belas) tahun dan denda paling banyak Rp5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah).
(catatan: Pasal 76D dalam UU 23/2004 berbunyi
" Setiap Orang dilarang melakukan Kekerasan atau ancaman Kekerasan memaksa Anak melakukan persetubuhan dengannya atau dengan orang lain. ")
(2) Ketentuan pidana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berlaku pula bagi setiap Orang yang dengan sengaja melakukan tipu muslihat, serangkaian kebohongan, atau membujuk Anak melakukan persetubuhan dengannya atau dengan orang lain.
(3) Dalam hal tindak pidana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan oleh orang tua, wali, orang-orang yang mempunyai hubungan keluarga, pengasuh anak, pendidik, tenaga kependidikan, aparat yang menangani perlindungan anak, atau dilakukan oleh lebih dari satu orang secara bersama-sama, pidananya ditambah 1/3 (sepertiga) dari ancaman pidana sebagaimana dimaksud pada ayat (1).
(4) Selain terhadap pelaku sebagaimana dimaksud pada ayat (3), penambahan 1/3 (sepertiga) dari ancaman pidana juga dikenakan kepada pelaku yang pernah dipidana karena melakukan tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 76D.
(5) Dalam hal tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 76D menimbulkan korban lebih dari 1 (satu) orang, mengakibatkan luka berat, gangguan jiwa, penyakit menular, terganggu atau hilangnya fungsi reproduksi, dan/atau korban meninggal dunia, pelaku dipidana mati, seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat 10 (sepuluh) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun.
(6) Selain dikenai pidana sebagaimana dimaksud pada ayat (1), ayat (3), ayat (4), dan ayat (5), pelaku dapat dikenai pidana tambahan berupa pengumuman identitas pelaku.
(7) Terhadap pelaku sebagaimana dimaksud pada ayat (4) dan ayat (5) dapat dikenai tindakan berupa kebiri kimia dan pemasangan cip.
(8) Tindakan sebagaimana dimaksud pada ayat (7) diputuskan bersama-sama dengan pidana pokok dengan memuat jangka waktu pelaksanaan tindakan.
(9) Pidana tambahan dan tindakan dikecualikan bagi pelaku Anak.
2. Di antara Pasal 81 dan Pasal 82 disisipkan 1 (satu) pasal yakni Pasal 81A yang berbunyi sebagai berikut:
Pasal 81A
(1) Tindakan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 81 ayat (7) dikenakan untuk jangka waktu paling lama 2 (dua) tahun dan dilaksanakan setelah terpidana menjalani pidana pokok.
(2) Pelaksanaan tindakan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) di bawah pengawasan secara berkala oleh kementerian yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang hukum, sosial, dan kesehatan.
(3) Pelaksanaan kebiri kimia disertai dengan rehabilitasi.
(4) Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara pelaksanaan tindakan dan rehabilitasi diatur dengan Peraturan Pemerintah.
3. Ketentuan Pasal 82 diubah sehingga berbunyi sebagai berikut:
Pasal 82
(1) Setiap orang yang melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 76E dipidana dengan pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 15 (lima belas) tahun dan denda paling banyak Rp5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah)
(Catatan: Bunyi pasal 76E dalam UU 23/2004 berbunyi " Setiap Orang dilarang melakukan Kekerasan atau ancaman Kekerasan, memaksa, melakukan tipu muslihat, melakukan serangkaian kebohongan, atau membujuk Anak untuk melakukan atau membiarkan dilakukan perbuatan cabul." )
(2) Dalam hal tindak pidana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan oleh orang tua, wali, orang-orang yang mempunyai hubungan keluarga, pengasuh anak, pendidik, tenaga kependidikan, aparat yang menangani perlindungan anak, atau dilakukan oleh lebih dari satu orang secara bersama-sama, pidananya ditambah 1/3 (sepertiga) dari ancaman pidana sebagaimana dimaksud pada ayat (1).
(3) Selain terhadap pelaku sebagaimana dimaksud pada ayat (2), penambahan 1/3 (sepertiga) dari ancaman pidana juga dikenakan kepada pelaku yang pernah dipidana karena melakukan tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 76E.
(4) Dalam hal tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 76E menimbulkan korban lebih dari 1 (satu) orang, mengakibatkan luka berat, gangguan jiwa, penyakit menular, terganggu atau hilangnya fungsi reproduksi, dan/atau korban meninggal dunia, pidananya ditambah 1/3 (sepertiga) dari ancaman pidana sebagaimana dimaksud pada ayat (1).
(5) Selain dikenai pidana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sampai dengan ayat (4), pelaku dapat dikenai pidana tambahan berupa pengumuman identitas pelaku.
(6) Terhadap pelaku sebagaimana dimaksud pada ayat (2) sampai dengan ayat (4) dapat dikenai tindakan berupa rehabilitasi dan pemasangan cip.
(7) Tindakan sebagaimana dimaksud pada ayat (6) diputuskan bersama-sama dengan pidana pokok dengan memuat jangka waktu pelaksanaan tindakan.
(8) Pidana tambahan dikecualikan bagi pelaku Anak.
4. Di antara Pasal 82 dan Pasal 83 disisipkan 1 (satu) pasal yakni Pasal 82A yang berbunyi sebagai berikut:
Pasal 82A
(1) Tindakan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 82 ayat (6) dilaksanakan selama dan/atau setelah terpidana menjalani pidana pokok.
(2) Pelaksanaan tindakan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) di bawah pengawasan secara berkala oleh kementerian yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang hukum, sosial, dan kesehatan.
(3) Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara pelaksanaan tindakan diatur dengan Peraturan Pemerintah.

Keluarnya perppu ini memunculkan pro dan kontra. Masyarakat menilai baik dan diharapkan dapat meminimalisir kejahatan.
Sebaliknya pihak yang kontra menilai hal ini melanggar ham para pelaku, apalagi tentang hukuman kebiri kimiawi yang dapat menyebabkan masalah kesehatan terhadap pelaku di masa mendatang.
Saya tanya, apakah pelaku tidak melanggar HAM para korban?. Merampas martabat, kehormatan dan kebebasan dari korban?. Ingat, korban bukan hanya korban itu sendiri tapi keluarganya pun menjadi korban. Bayangkan saja bagaimana jika kejahatan ini menimpa anak/ saudara kita.

Kamis, 26 Mei 2016

Menikah adalah jalan hijrahku


Ketika sebuah tawaran lamaran datang mengajaku untuk menikah.
Aku shalat istikhara sampai lima kali. Aku percaya apa yang allah pilihkan bagiku itu adalah yang terbaik.
Lalu, allah memberikan petunjuk. Aku mengiyakan lamarannya.
Aku yakin dia yang kini jadi suamiku adalah laki laki terbaik untukku, masa depanku, baik dunia dan akhiratku.
Aku punya niat untuk menikah muda. Aku usahakn dengan shalat dhuha. Ya allah berikanlah aku jodoh suami yang gantengnya mirip fedi nuril. Hehehhe..
Karena saat itu aku kesemsem berat sama fedi nuril.
Setelah dilihat lihat suamiku ganteng dan manis juga kalo senyum.
Aku selalu jatuh cinta setiap dia tersenyum. :)

Dari proses lamaran ke tunangan berproses dua minggu. Lalu dari tunangan ke nikah prosesnya hingga dua bulan.
Urus sana sini berkas dokumen syarat nikah.
Ga ada biaya buat nikah tapi allah kasih jalan, mungkin udah takdirnya allah. Jadi segala sesuatu berasa gampang banget.
Alhamdulillah...
Semuanya terasa di mudahkan bagiku.

Menikah itu bukan akhir tapi awal, awal dari sebuah fase kehidupan.
Menikah adalah sekolah.
Madrasah kehidupan. Dari menikah aku belajar banyak hal membuatku belajar jadi orang yang lebih baik lagi.
Suamiku yang mengajariku.
Orang yang sabar dan selalu memaafkan kesalahan dan kekuranganku. Aku bersyukur menjadi istrinya. Aku bahagia dan tidak ada penyesalan atas keputusanku menikah dengannya.
Seseorang yang menjadi pasangan kita
Niatku menikah karena allah.
Bismillah, seberat apapun perjalanan kehidupan kita. Sesulit apapun, aku akan bertahan.
Ingat,ingat kembali lagi ke niatan awal.
Apa niatku untuk menikah?
Semuanya semata mata ibadah karena allah.
Sulit, susah, berat kembali lagi pada allah.
Niat awal apa membina rumah tangga?.
Karena allah, allah, allah dan allah.
Serahkan semuanya pada allah.
Berserah diri pada allah. Biarkan allah yang menuntun atas semua masalah yang dihadapi.
Karena allah is the best planner.
Tempat bergantung hanya pada allah. Ingat menikah adalah ibadah terlama dan terpanjang karena dilakukan sepanjang hidup.
Awal awal menikah tidaklah mudah, pasti jalannya akan sulit. Orang tidak mungkin akan langsung kaya. Semua berproses, begitupun menikah.
Dengan menikah aku merasa lebih baik dalam segala hal.
Istri atau suami kita mungkin saat ini seseorang yang penuh dengan kekurangan sama seperti diri kita. Namun semakin kita menghabiskan wakti dengannya semakin kita mengerti pilihan allah tidak pernah salah.

Jangan pernah membandingkan pernikahan kita dengan kisah cinta yang ada di film atau drama drama korea. Menuntut pasangan kita untuk membentuk keluarga yang sempurna seperti di film.
Kisah drama terlihat sempurna karena dibuat dan ditulis oleh manusia,
Namun kisah cinta pernikahan kita jauh lebih sempurna karena ditulis oleh sutradara dan penulis naskah terbaik, Dia yang sempurna Allah swt.

Awal awal menikah di bulan bulan pertama. Aku masih canggung, ga tau mesti gimana. Ga bisa masak, ga bisa beberes. Wahh..tiap hari salah. Gatau mesti gimana,tapi seiring berjalannya waktu aku belajar dan sadar tugasku sebagai istri.

Orang yang imannya paling sempurna diantara kaum mukminim adalah orang yang paling baik akhlaknya diantara mereka, sebaik baik kalian adalah yang terbaik akhlaknya terhadap istrinya. (HR.Tirmidzi dan Ibnu majah)

Setiap cinta yang tidak didasari karena allah maka akan berakhir kebencian.
Aku cinta kamu karena allah.

Jodoh itu cerminan dari diri kita.

Hubungan antara laki laki dan perempuan itu ibarat sebuah cermin. Memantulkan bayangan sesuai dengan obyeknya. Maka ketika kita menjadi baik maka cerminan kita pun baik.
Sifat, sikap, cara bicara, cara makan, cara berjalan, bahkan anggota badan pun sama.
Aku sering memperhatikan suamiku sendiri. Bagaimana sikapnya, sifatnya, bagaimana dia berbicara, cara dia makan. Bahkan jari jari kita pun sama.
Ternyata memang benar pasangan kita adalah cerminan dari diri kita sendiri.
Allah menciptakan manusia dengan berpasangan pasangan menurut jenismu sendiri.
Menuntut pasangan untuk berubah sesuai dengan apa yang kita inginkan.
Lebih baik rubahlah diri kita terlebih dahulu, maka pasangan pun akan berubah.
Perbaiki diri kita maka pasangan kita pun sedang memperbaiki dirinya.
Jika kita menjaga pandangan, pasangan kita pun akan menjaga pandangannya.
Jika kita selingkuh pasangan kita pun akan selingkuh. Jika kita setia begitupun sama dengan pasangan kita.
Berbuat selingkuh sama saja seperti menyelingkuhi dirinya sendiri.

"Dan diantara bukti-bukti
kekuasaanNya pula,
diciptakanNya untukmu
pasangan hidup dari jenismu
sendiri, supaya kamu merasa
tenteram disampingnya dengan
diadakannya rasa cinta dan
kasih sayang diantaramu."(ar
rum:21)

Coba kalian lihat ayah-ibu kita atau suami istri kita di sekeliling lingkungan kita ini. Jika kita mengamati dengan seksama, biasanya mereka adalah dua pribadi yang memiliki kemiripan dalam pandangan hidup walaupun sering berbeda pendapat dan argumen tapi mereka punya sifat yang saling melengkapi.
Jodohmu adalah cerminan dirimu sendiri. Mereka yang datang tidak akan jauh-jauh dari upaya kamu dalam memperbaiki diri selama ini.

Dia yang “tertakdirkan” untukmu tidak akan tertukar oleh orang lain.

Rabu, 25 Mei 2016

Bisakah aku menjadi ibu yang baik?

Bisakah aku menjadi ibu yang baik?

Nak, kamu sudah sebesar apa di perut mama?.
Mama, pingin liat kamu nak. Sekarang udah pinter nendang ya nak. Udah ndusel ndusel perut mama. Udah nyari jalan keluar ya nak.
Bentar lagi kita ketemu ya nak.
Mama pingin meluk kamu nak. Mama cuma bisa ngelus ngelus perut kalo mama pingin meluk kamu. Mama berdoa tiap waktu buat kamu nak. Mama bacain ayat kursi, mama baca doa anak shalih.
Mama tiap malam suka nangis dalam doa.
Doain abi doain kamu nak.
Apa mama bisa jadi umi yang baik buat kamu nak?
Mama belum punya pengalaman. Mama bingung apa yang harus mama lakuin. Mama kadang masih suka egois dan mikirin diri mama sendiri. Bisakah mama jadi ibu yang baik?
Bisakah mama jadi ibu yang mendidik,membimbing anak anak mama dengan baik?.
Bisakah mama mencetak pejuang pejuang islam yang hafidz qur.an, suka bershalawat, anak yang pintar dan cerdas untuk membangun agama dan bangsa indonesia.
Ya allah...
Ya allahh..
Berilah hamba kekuatan untuk menjalani semuanya, menjalani proses kehamilan, menjalani proses melahirkan, menjalani masa masa menjadi ibu.
Berilah hamba pengetahuan bagaimana menjadi ibu yang bisa mendidik anak anak hamba.
Saat saat kamu tumbuh dan berkembang, ga ada abi nak. Cuma ada kamu dan mama aja nak.
Apakah mama bisa tanpa abi dalam menjaga dan mendidikmu nak?
Saat kamu sakit. Saat mama mengurusi rumah.
Mama dan kamu nak, terkadang mama sedih mikirin abi akan pergi nak.
Semoga mama di kuatkan ya nak.
Semoga abi pun kuat, mama ga henti hentinya berdoa buat abi.
Mama sayang kamu nak. Mama juga sayang abi. Mama rindu abi nak. Ade bayi pun kangen abi juga ya.
Kita doain abi ya nak.
Sehat selalu ya nak. Mama suka bingung, cemas, galau, gatau mesti gimana kalo anak mama jatuh sakit. Rasanya biar mama aja yang sakit. Ga tega mama liat kamu sakit nak.

Catatan harian seorang istri

Saat sakit mamah ada untuk menjaga papah. Menjaga dan mengurus papa dengan baik. Aku tidak perlu khawatir lagi karena papahku punya istri yang sungguh perhatian.
Aghh,Aku jadi ingat suamiku aku merindukan dia.
Aku ingin sekali disampingnya,saat dia sakit aku sampai tidak tidur. Aku khawatir,sangat khawatir. Apalagi saat melihatnya mengigil,badannya demam tinggi. Aku takut terjadi sesuatu pada suamiku. Aku takut kalau kita harus berakhir dirumah sakit. Aku terus mengompres dahi suamiku dengan air dingin,memeluknya dan berdoa. Ya allah sembuhkan suamiku.
Aku ingin berada disampingnya,menjaganya. Aku rindu suamiku. Aku ingin hidup bersamanya,dengan anak anak kita bersama di rumah kami.
Aku hanya ingin memilik keluarga yang sakinah,mawaddah,mawarrahmah. Keluarga yang saling menyayangi,menjaga,membantu dan mensupport satu sama lain.

Selasa, 24 Mei 2016

Suami yang tidak wajib di taati.

Suami yang tidak wajib di taati.

Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam , “Tidak ada perkara yang lebih bagus bagi seorang mukmin setelah bertakwa kepada Allah daripada istri yang shalihah, bila ia menyuruhnya maka ia menaatinya, bila memandangnya membuat hati senang, bila bersumpah (agar istrinya melakukan sesuatu), maka ia melakukannya dengan baik, dan bila ia pergi maka ia dengan tulus menjaga diri dan hartanya.” (HR.Ibdu majah).

Hadist di atas menunjukan apabila suami menyuruh maka istri menaatinya.

Semua suami wajib di taati dan dipatuhi selama masih dalam hal baik untuk istrinya.
Lalu, Apakah setiap suami wajib di taati?
Tidak, tidak semuanya harus di taati. Sebagai istri kita tidak harus menaati semua yang diperintahkan suami.

1. Menyuruh Kepada Kesyirikan

Tidak layak bagi kita untuk menaati suami yang memerintah untuk melakukan kesyirikan seperti menyuruh istri pergi ke dukun, menyuruh mengalungkan jimat pada anaknya, ngalap berkah di kuburan, bermain zodiak, dan lain-lain. Ketahuilah saudariku, syirik adalah dosa yang paling besar. Syirik merupakan kezholiman yang paling besar (lihat QS Luqman: 13). Bagaimana bisa seorang hamba menyekutukan Allah sedang Allah-lah yang telah menciptakan dan memberi berbagai nikmat kepadanya? Sungguh merupakan sebuah penghianatan yang sangat besar!

2. Memerintah untuk Berbuat Mungkar
Menutup aurat adalah kewajiban setiap muslimah. Ketika suami memerintahkan istri untuk melepas jilbabnya, maka hal ini tidak boleh dipatuhi dengan alasan apapun. Misalnya sang suami menyuruh istri untuk melepaskan jilbabnya agar mendapatkan pekerjaan dengan gaji yang lumayan, hal ini tentu tidak boleh dipatuhi. Bekerja diperbolehkan bagi muslimah (jika dibutuhkan) dengan syarat lingkungan kerja yang aman dari ikhtilat (campur baur dengan laki-laki) dan kemaksiatan, tidak khawatir timbulnya fitnah, serta tidak melalaikan dari kewajibannya sebagai istri yaitu melayani suami dan mendidik anak-anak. Dan tetap berada di rumahnya adalah lebih utama bagi wanita (Lihat QS Al-Ahzab: 33). Allah telah memerintahkan muslimah berjilbab sebagaimana dalam QS Al-Ahzab: 59. Perintah Allah tidaklah pantas untuk dilanggar, karena tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam bermaksiat kepada Sang Pencipta.
3. Suami yang berkelainan seks.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda, “…dan persetubuhan salah seorang kalian (dengan istrinya) adalah sedekah.” (HR. Muslim)
Begitu luasnya rahmat Allah hingga menjadikan hubungan suami istri sebagai sebuah sedekah. Berhubungan suami istri boleh dilakukan dengan cara dan bentuk apapun. Walaupun begitu, Islam pun memiliki rambu-rambu yang harus dipatuhi,  sebagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“(Boleh) dari arah depan atau arah belakang, asalkan di farji (kemaluan).” (HR. Bukhari dan Muslim)
Menolak dan meninggalkan ketika suami mengajak bersetubuh dihadapan orang lain. Homoseks hubungan sejenis, biseksual menyukai sejenis dan beda jenis.
Suami yang menyukai kekerasan dalam berhubungan badan.
4. Suami yang menyakiti istrinya.
Suami yang menyakiti istrinya seperti menendang, memukul, menampar, kekerasan fisik karena rasulullah muhammad SAW pun tidak berlaku demikian terhadap istri-istrinya.
5. Suami yang gemar mabuk-mabukan.
6. Suami yang gemar berjudi.
7. Suami yang selingkuh dan berzina dengan perempuan lain.
Suami suami di atas tidak sebaiknya ditaati lebih baik ditinggalkan , karena tidak ada kebaikan sekalipun bagi diri istrinya.

Indahnya kehidupan rumah tangga jika suami istri saling memahami.

Indahnya kehidupan rumah tangga jika

suami istri saling memahami.

Suami adalah pemimpin bagi perempuan.
Bahkan baginda rasulullah pun bersabda, apabila ku perintahkan seseorang untuk bersujud kepada oranglain. Maka akan ku perintahkan seorang istri untuk bersujud kepada suaminya.
Begitu besar posisi seorang suami hingga istripun harus menaati, dan mematuhi suaminya. Suami berkewajiban menafkahi, memberikan kehidupan yang layak dengan memberikan sandang dan pangan kepada istrinya. Saat ijab qobul tanggung jawab seorang ayah terhadap putrinya berpindah kepada suaminya.
Saat itu berguncanglah arsy karena dahsyatnya perjanjian ijab qobul. Itulah janji seorang suami yang disaksikan oleh allah. Seorang suami bertanggung jawab atas sehat, sakit, senang, sedih, duka dan bahagiannya seorang istri. Bertanggung jawab atas dosa dosa istrinya.

Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam , “Tidak ada perkara yang lebih bagus bagi seorang mukmin setelah bertakwa kepada Allah daripada istri yang shalihah, bila ia menyuruhnya maka ia menaatinya, bila memandangnya membuat hati senang, bila bersumpah (agar istrinya melakukan sesuatu), maka ia melakukannya dengan baik, dan bila ia pergi maka ia dengan tulus menjaga diri dan hartanya.” (Hr.Ibdu majah).

Sebaik-baik perhiasan dunia adalah istri yang shalihah.
Sungguh masih sangat jauh sekali diri ini dari predikat istri yang shalihah. Masih memiliki banyak kekurangan dan salah.
Setiap istri mendambakan dan bercita cita menjadi  istri yang shalihah untuk suaminya.
Rumah tangga menjadi bahagia jika diantara keduanya menjadi tempat berbagi bagi yang lain, saling menasehati dalam ketakwaan, dan saling menetapi dalam kesabaran.
Jika terjadi permasalahan hendaknya saling meluruskan dengan musyawarah dan bicara baik-baik. Jika terjadi pertengkaran dan terdapat emosi dikeduanya hendaknya sebelum bermusyarawah bisa meredakan emosi  terlebih dahulu.
Apabila suami diantara keduanya marah, emosi, jengkel dan kesal. Hendaknya istri diam, dan tidak menambah perkara dengan marah melontarkan kata kata kasar dan membanting barang barang di rumah.
Diamnya istri dan tetap berlaku sopan dan tenang saat suaminya marah, akan membuat amarah suami mereda.
Apabila istri marah hendaknya tidak membanting banting barang dirumah, atau membentak suaminya dengan kata kata kasar karena itu dosa dan pintu neraka seketika itu terbuka dan menjadikan kita istri durhaka.
Marahlah dengan ma'ruf suamipun hendaknya tidak tersulut emosi.
Kadang istri egois atau mementingkan dirinya sendiri.
Saat istri bekerja dan mendapatkan gaji. Istri kadang egois dengan membelanjakan seluruh gajinya untuk dirinya sendiri, menghambur-hamburkan.
Bukankah kita bekerja itu karena izin dan ridha dari suami?. Hendaknya kita paham dan mengerti untuk tidak menghambur-hamburkan uang kita sendiri. Kita bisa menabungnya. Apabila keuangan rumah tangga sedang krisis istri bisa membantu suaminya, meringankan beban suaminya.
Seperti membayar tagihan air dan listrik.

Apabila suami berpergian hendaknya istri menjadi amanah untuk menjaga harta,anak dan harga dirinya. Hingga suami menjadi tenang saat meninggalkan istrinya.
Istri shalihah menyenangkan jika dipandang.
Menyenangkan jika dipandang itu bukan melulu masalah hidung yang mancung atau pipi yang bebas jerawat
Tapi...
Muka yang tidak dilipat bibir yang tidak cemberut. Wajah yang ceria. Senyum yang terkembang dan tutur kata yang lembut.
Apabila di pandang atau memandang suaminya hendaknya tidak cemberut dan jutek. Walaupun wajah tanpa make up tapi apabila wajah kita berseri,tersenyum dan tidak cemberut. Suami pun akan senang melihat kita.

Semoga kita bisa menjadi istri yang shalihah untuk suami kita.

Kamis, 19 Mei 2016

No comment

Namanya juga socmed nyindir satu orang yang ngerasa semua orang.
Mungkin emang kita ga boleh gosip atau komentar di socmed kali ya.
Mungkin lebih baik diam,ya diam saja.
Tapi,aku tidak bisa diam liat orangtuaku di perlakukan begitu.
Sejak dulu,mereka di begituin. Apalagi papahku. Lah,aku lihatnya kasian.
Memang aku belum bisa memberikan apa-apa sama orangtuaku. Tapi, aku ga terima kalo orangtuaku di begituin.
Mereka cuma bisa diam aja.
Mungkin,aku yang belum tahu apa apa tentang dunia ini, tentang bagaimana bersosialisi.
Mungkin aku yang belum tahu bagaimana hidup ini yang sebenarnya.
Mungkin aku lebih baik diam saja. Tapi, aku ga bisa diam saja ngeliat orangtuaku dibegituin.
Mereka punya anak kambing tapi ga pernah dibilang. Setidaknya bilang,kalo mau diganti uang pemeliharaan dan lainnya. Aku sampai ga nyangka.
Koq segitunya?.
Apa ngomong, kalo kesini ga ngambil apa apa ga enak?.
Setidaknya bilang dulu lah,kasian orangtuaku.
Yasudah lah,mungkin aku lebih baik diam saja.

Sekelumit kisah tentang kita

Ini cerita aku dan suamiku, bagaimana kami bertemu dan bisa menikah. Aku tulis agar ketika aku sudah lupa,aku bisa selalu mengingat bagaimana indahnya kisah kita berdua, hingga nanti hal ini bisa kuceritakan pada anak dan cucuku kelak.

Begini ceritanya ini versi dari sudut pandangku.
Kita ga pacaran bertahun tahun. Kita cuma kenal dan tau sebatas temen doang.
Aku dan suamiku sebenarnya sudah kenal lama. Ya dari socmed tepatnya facebook.
Panggil saja suamiku Aa.
Aku tahu suamiku sejak SMA. Aa sebenarnya adalah kenalan dari temenku juga. Temenku ini sering ngetag akun facebook aa. Saat itu nama akunnya yudha putra bungsu. Aku suka kepo liat beranda Aa soalnya nih,mereka berdua rame banget di wall. Aku penasaran makanya aku mulai kepo sama Aa. Aku liat liat,Ighh..Alay banget nih cowo. Koq bisa mereka pada berebut cowo kaya gini. (Heheheh,sorry ya sayang).
Kemudian kita lost contact tepatnya aku ga tau siapa Aa  sebenarnya, dan akun facebook Aa pun namanya udah berubah dan aku ga tau. Anehnya kita saling ngelike,komen,dan kirim pesan. Dan aku sama sekali ga tau kalo Aa itu akun yang dulunya si yudha putra bungsu.
Hahaha..aku baru sadar baru baru pas kita mau nikah.
Saat itu Aa ada di jepang aku kurang tau juga bagaimana ceritanya selama di jepang aku kurang kepo.
Di tahun 2015  beberapa bulan setelah Aa pulang ke indonesia. Aa ngajak aku ketemu saat itu aku masih kuliah semester akhir. Aa ngajak aku ke alun-alun. Aku masih inget. Pertama kali aku ketemu, Aa ganteng juga,putih,tinggi,terus suaranya ngebass. Deg-degan juga pas awal ketemu tapi Aa ngomongnya tinggi aja soal gaya hidupnya. Terkesannya sombong,aku jadi males tapi aku dengerin aja.
Kejadian ini ada di bulan mei-juni 2015. Aku ketemu lagi, pas aa ngajak aku kerumahnya. Okelah disana,bisa ngeprint gratis. Aa kan punya warnet. Saat itu aku lagi ngerjain proposal skripsi.
Kita ketemu lagi pas Aa bilang dia sakit. Katanya Aa kena types. Yaudah,aku jengukin kerumahnya sekalian dapet Internet gratis.
Setelah itu kita ga pernah ketemu lagi,kita lost contact dari awal ramadhan-lebaran. Facebook aku pun di unfriend karena aku tahu. Loh,koq orang ini add aku lagi?.
Terus Aa ngehubungin aku dan datang lagi dan langsung ngajak nikah. Aku agak aneh aja, loh koq tiba-tiba ngajak nikah?. Aku sih,IYA karena aku juga mau nikah.
Aku bilang kalo emang serius,Oke datang aja kerumah.
Aku saat itu anggapnya Aa kaya becanda mana ada cowo yang tiba tiba ngajak nikah. Tapi aku sanggupin,kalo emang iya serius ke rumahku aja.
Aa setahuku dari cerita dan liat komentar cewek lain. Aa keciri kaya cowok tukang PHP.
Tapi, sama aku Aa ga kaya gitu, Ehhh..beneran Aa kerumah pas malam minggu sama keluarganya sekalian ngelamar. Saat itulah aku mulai jatuh cinta sama Aa. Aa itu ga bohong, beneran laki-laki dan gentleman banget.
Lalu kita tunangan 2 minggu kemudian,dan 2 bulan kemudian kita nikah.
Sampai sekarang aku masih ga percaya nikah sama Aa. Aku sekarang jadi istrinya, kaya hal yang ga terduga-duga.
Jodoh emang ga mungkin kemana-mana. Seberapa jauh pun jarak yang memisahkan, tapi kalo emang udah takdirnya kita pasti bertemu.

Bahkan ketika terpisah jauh ribuan kilometer jaraknya.
Kita akan saling menemukan jika waktunya tiba. Jika memang kita ditakdirkan untuk bersama selamanya, akan selalu ada jalan karena cinta takkan kemana-kemana.

Bandung-Indramayu
Jepang-Indonesia
2010 - 2015
30july-18august-22sept.

Sampai sekarang pun aku selalu  sayang suamiku. Mungkin karena kita ga pacaran dan langsung nikah rasanua setiap harinya aku selalu merasa jatuh cinta lagi setiap melihat suamiku.
Aku berdoa semoga bukan hanya didunia kita menjadi pasangan suami istri tapi hingga di akhirat pun kita bisa bersama sebagai suami istri.
Ada sebuah hadist nabi muhammad saw :
"Jika istri menikah lagi untuk siapa dia diakhirat kelak?. Rasulullah menjawab : Suami terakhirnya".
Walaupun suamiku meninggal duluan, atapun kita berpisah. Aku ga akan pernah menikah lagi dengan laki laki lain karena aku ingin menjadi istrinya di akhirat kelak. Lebih baik aku fokus mengurusi anak-anak kita daripada aku menikah lagi.
Ini janjiku dan keinginanku semoga allah meridhai.
Aamiin

Rabu, 18 Mei 2016

Drama-drama ibu hamil. Suka-duka yang di alami ibu hamil.


Pengalaman selama hamil ini aku lebih melankolis, emosi ga stabil naik-turun tapi aku punya nafsu makan yang bagus. Ga pantang apa-apa cuma aku jadi ga terlalu suka sayuran ma buah buahan. Aku lebih suka makan daging. Aku dulu suka banget jeruk sama apel tapi pas hamil aku jadi ga tertarik sama apel dan jeruk.
Kandungan yang semakin tua dan besar rasanya membuatku lebih lelah,lesu,dan payah banget rasanya. Apalagi punggung sama pinggang rasanya ngilu ma berat.
Kalo tidur telentang nih angkat pinggang dan pinggul aduh ngilu rasanya. Kayanya dede bayi udah turun ke bawah deh. Diliat dari perut aku yang udah turun.
Tidur pun jadi di ganjal bantal sana sini. Ganjal perut,ganjal kaki,ganjal punggung.
Liat muka,kaki,tangan semuanya membesar dan bengkak. Aku jadi alergi kaca,dandan. Bahkan pernah aku ga mandi pagi.
Ya namanya juga hamil,aku makan buat anakku. Meski kadang sekarang jadi males makan aku tetep kudu makan.
Aku jadi gampang ngantuk dan lelah. Semakin sulit buat tidur,mata jadi cekung. Berasa payah,lemes,lelah,cape. Sejak trimester pertama motoran bolakbalik pantura,bolak balik bimbingan skripsi,sidang skripsi akhirnya di 5 bulan kehamilan aku wisuda. Kerja resign gara gara aku ga kuat,drop lalu kena types. Daripada kehamilanku kenapa-napa lebih baik aku resign,kerja bisa dapet lagi tapi kalo anak mana mungkin?.
Ya allah,aku ga henti berdoa dari awal hamil saat aku lelah berilah aku kekuatan untuk menjalani kehamilan ini,berilah aku kekuatan untuk menjalani persalinan,berilah aku kekuatan untuk menjaga anak anakku,berilah aku pengetahuan bagaimana membimbing dan mendidik anak-anakku.
Aku sudah mulai lelah. Tapi,yaudah dijalani aja perjuangan fisabilillah dengan ikhlas,sabar sama banyak dzikir.
Di bikin happy walaupun tiba tiba jadi melankolis lagi dan nangis.
Haduh,dede maafin umi ya. Yang suka ubah ubah gini,yang suka marah,kesal, nangis, ma seneng.
Selama hamil bawaanya kangen terus sama suamiku, pingin dideketnya, kadang cuma ngeliatin udah cukup, liat tidurnya, liat dia lagi kerja. Kayanya aku ngidam sama suamiku deh,hehehe....soalnya aku ga mau apa apa lagi.
Kadang kalo kangen dan inget sama suamiku, aku jadi nangis ya allah kangen suamiku. De umi kangen abi. Dede kangen abi juga yah.
Hehehe...miss you abi sayang. Suamiku tercinta.
Setiap hari selesai solat,aku elus perut dan bacain ayat kursi ma syahadat.
Doain my baby :
Semoga jadi anak yang shalih,sehat terus ya de, disempurnakan akal,pikiran,wujud dan parasnya. Jadi anak yang sayang umi dan abi, berbakti sama umi dan abi. Punya akhlak yang baik dan mulia seperti baginda rasulullah muhammad saw.
Jadi anak pinter,tahfidz al.quran, pinter ngaji, punya suara yang bagus buat shalawatan. Jadi anak yang cerdas biar bisa sekolah tinggi dapet beasiswa buat sekolah. Sehat jasmani,rohani,mental. Sempurna akhlak dan parasnya. Ganteng, putih, bersih, dikeluarkan dalam keadaan sempurna tanpa kurang apapun. Sehat dan diberikan umur yang panjang biar bisa memberikan kebahagian untuk umi dan abi. Membawa kebahagian dan menjadi penyejuk mata untuk umi, abi dan orang orang sekitar.
Umi sayang banget sama dede bayi.

Rabu, 19 Maret 2014

ADJECTIVE CLAUSES "GRAMMAR"

ADJECTIVE CLAUSES
Introduction
Adjective clauses (or relative clauses) are a type of subordinate clause that act as adjectives.
What the meaning from adjective clause?
Adjectives is modify nouns and pronouns, giving a description or more information. An adjective clause is simply a group of words with a subject and a verb that provide a description. The clause starts with a pronoun such as who, whom, that, or which or an adverb such as when, where and why.
Quick Refresher: Adjectives modify nouns and pronouns. Clauses are groups of words with a subject and a verb, and subordinate clauses cannot stand alone.

Simple Adjectives
What is an adjective?  It is a word that describes a noun.  The adjective can describe the color, size, weight, height, texture, etc. of the noun it is describing.
I have a car.
It is red.
I have a red car.
My brother has two red cars.
1.  Notice that adjectives describe nouns.
2.  Notice that adjectives come
 before the noun--not after the noun.
3.  Notice that adjectives do not change form.  Do not add an "s"  if the noun is plural.
      My brother has two
 reds cars.
Adjective Clauses

You know that a clause has a subject and a verb.  When you have a clause that is describing a noun, it is called an adjective clause.  Unlike the simple adjective, adjective clauses come after the noun they describe.
The boy who is crying doesn't want his mother to leave.
1.  Notice that "who is crying"  is describing the noun "boy."  It is an adjective clause.
2.  The sentence is made up of two clauses:
     The main clause = The boy doesn't want his mother to leave.
     The adjective clause = "who is crying"  (The boy is crying.)
There are several kinds of adjective clauses. The first kind we will study is where the relative pronoun is the subject of the adjective clause. (The relative pronouns = who, that, which, whose)

Adjective Clause:  Subject (Person)
Let's look at pairs of sentences.  The second sentence will be used to describe a noun in the first sentence.
The man is my father.
The man has a red beard.
Ask yourself the following questions when you are trying to combine two sentences.
  1. Which two nouns are the same in each of the sentences? 
The man 
The man
  1. Is the noun in the second sentence in the subject or object position of the sentence?
The noun (the man) is in the subject position of the second sentence.

  1. Is the noun or pronoun a person, thing, possessive, place, or time?
The man is a person.

  1. If the noun is a person in subject position, use who or that.
who is my father.
that is my father.

  1. Put the adjective clause directly after the noun (or noun phrase) that you are describing.
The man who has a red beard is my father.
The man that has a red beard is my father.
2 possibilities to give the same meaning.
Adjective Clause:  Subject (Thing)
I live in a house.
The house is located on Beacon Hill.

  1. Which two nouns are the same in each of the sentences? 
a house
the house
  1. Is the noun in the second sentence in the subject or object position of the sentence?
The noun (the house) is in the subject position of the second sentence.

  1. Is the noun or pronoun a person, thing, possessive, place, or time?
The house is a thing.

  1. If the noun is a "thing" in subject position, use that or which.
that is located on Beacon Hill.
which is located on Beacon Hill..

  1. Put the adjective clause directly after the noun (or noun phrase) that you are describing.
I live in a house that is located on Beacon Hill.
I live in a house which is located on Beacon Hill.
2 possibilities to give the same meaning.
Adjective Clause:  Object (Person)
I saw a woman.
You met her in Paris.

  1. Which two nouns are the same in each of the sentences? 
a woman 
her
  1. Is the noun in the second sentence in the subject or object position of the sentence?
The noun ( her) is in the object position of the second sentence.

  1. Is the noun or pronoun a person, thing, possessive, place, or time?
"Her" is a person.

  1. If the noun is a person in object position, use whom, who (informal), that, or nothing.
you met whom in Paris
you met who in Paris
you met that in Paris
you met in Paris.

  1. Move the relative pronoun (whom, who, that) to the beginning of the adjective clause.
whom you met in Paris
who you met in Paris
that you met in Paris
you met in Paris

  1. Put the adjective clause directly after the noun (or noun phrase) that you are describing.
I saw the woman whom you met in Paris.
I saw the woman who you met in Paris. (Informal)
I saw the woman that you met in Paris.
I saw the woman you met in Paris.
4 possibilities to give the same meaning
Adjective Clause:  Object (Thing)
The building burned down.
We visited it yesterday.

  1. Which two nouns are the same in each of the sentences? 
the building
it
  1. Is the noun in the second sentence in the subject or object position of the sentence?
The noun ( it) is in the object position of the second sentence.

  1. Is the noun or pronoun a person, thing, possessive, place, or time?
"it" is a thing

  1. If the noun is a thing in object position, use that,  which, ornothing.
we visited that yesterday
we visited which in yesterday
we visited yesterday

  1. Move the relative pronoun (whom, who, that) to the beginning of the adjective clause.
that we visited yesterday
which we visited yesterday
we visited yesterday

  1. Put the adjective clause directly after the noun (or noun phrase) that you are describing.
The building that we visited yesterday burned down.
The building which we visited yesterday burned down.
The building we visited yesterday burned down.
3 possibilities to give the same meaning
Adjective Clause:  Objects with Prepositions
The pen ran out of ink.
I signed the document with the pen.

  1. Which two nouns are the same in each of the sentences? 
the pen
the pen
  1. Is the noun in the second sentence in the subject or object position of the sentence?
The noun ( pen) is in the object position of the second sentence.

  1. Is the noun or pronoun a person, thing, possessive, place, or time?
"Pen" is a thing.

  1. Is the noun in the second sentence after a preposition?
Yes, the noun in the second sentence is after the preposition with .
Remember prepositions are small words such as: to, in, at, by, for, to, of, with, etc.
  1. Decide if you want to move the preposition with the relative pronoun.  If you move the preposition, use preposition + which. Move the preposition + which to the beginning of the adjective clause.
with which I signed the document
You can't use "that" with a preposition.

Wrong: that which I signed the document
  1. Put the adjective clause directly after the noun (or noun phrase) that you are describing.
1. The pen with which I signed the document ran out of ink.
When you move the preposition to the beginning of the adjective clause, this is usually more formal.
  1. If you don't move the preposition, then use that, which, ornothing. Leave the preposition at the end of the adjective clause.
2. The pen which I signed the document with ran out of ink.
3. The pen that I signed the document with ran out of ink.
4. The pen I signed the document with ran out of ink.
4 possibilities to give the same meaning
Adjective Clause:  Object (Preposition + Person) - 5 possibilities
The person is a liar.
You are speaking about him/her.

  1. Which two nouns are the same in each of the sentences? 
the person
him/her
  1. Is the noun in the second sentence in the subject or object position of the sentence?
The pronoun ( him/her) is in the object position of the second sentence.

  1. Is the noun or pronoun a person, thing, possessive, place, or time?
"him/her" is a person.

  1. Is the noun in the second sentence after a preposition?
Yes, the noun in the second sentence is after the preposition about.
Remember prepositions are small words such as: to, in, at, by, for, to, of, with, etc.
  1. Decide if you want to move the preposition with the relative pronoun.  If you move the preposition, use preposition + whom. Move the preposition + whom to the beginning of the adjective clause.
about whom you are speaking
You can't use "that" with a preposition and you can't use "who" after a preposition.

Wrong: that whom you are speaking
Wrong: about who you are speaking
  1. Put the adjective clause directly after the noun (or noun phrase) that you are describing.
1. The person about whom you are speaking is a liar.
When you move the preposition to the beginning of the adjective clause, this is usually more formal.
  1. If you don't move the preposition, then use whom, who, that, ornothing.. Leave the preposition at the end of the adjective clause.
2. The person whom you are speaking about is a liar.
3. The person who you are speaking about is a liar. (less formal)
4. The person that you are speaking about is a liar.
5. The person you are speaking about is a liar.
5 possibilities to give the same meaning
Adjective Clause:  Possessive

Possessives:  Dan
's class, the people's choice, the boy's parents, the boys' parents, my, his, her, its, our, your, their
Remember:  "It's" is not a possessive.  It's = it is.
                     Its = possessive adjective
                    What are the school
's requirements?
                    What are
 its requirements?
The woman is crying.
Her dog is dying.

  1. What does "her" mean in the second sentence? 
the woman's

  1. What two nouns are the same?
the woman
the woman's
(her)
  1. Is the second noun in subject or object position?
It is in subject position.

  1. Is the noun person, thing, or possessive?
It is possessive.

  1. If possessive, use whose + noun
The woman whose dog is dying is crying.
1 possibility
There is no other possibility. You must always keep the "whose."

The girl fainted.
The photographer took her picture.

  1. What does "her" mean in the second sentence? 
the woman's

  1. What two nouns are the same?
the girl's
the girl's
(her)
  1. Is the second noun in subject or object position?
It is in object position.

  1. Is the noun person, thing, or possessive?
It is possessive.

  1. If possessive, use whose + noun
    Put the adjective clause next to the noun it describes.
The girl whose picture the photographer took fainted.
1 possibility
There is no other possibility. You must always keep the "whose."
Example with "its"
Get me the book.
Its title is Gone with the Wind.
(The book's title)

Get me the book whose title is Gone with the Wind.
Adjective Clause:  Time
The day was dark and rainy.
I left my country then.
What does the "then" mean in the second sentence?  It means on that day.
    I left my country on that day.

  1. Which two nouns are the same in each of the sentences? 
the day
that day
  1. Is there a preposition in front of the noun?
Yes, on that day.
The word "on" is a preposition.
  1. Is the noun or pronoun a person, thing, possessive, place, or time?
"Day" is a thing.
Use "which" for things.
  1. Move the preposition + which in front of the adjective clause.
1. The day on which I left my country was dark and rainy.

  1. Notice that you do not keep the preposition in these other possibilities.
2.  The day which I left my country was dark and rainy.
3.  The day that I left my country was dark and rainy.
4.  The day I left my country was dark and rainy.
5.  The day when I left my country was dark and rainy.

Prepositions of time:  at, in, on
Try to memorize these preposition + which combinations:
The day on which...
The year in which...
The month in which...
The time at which... (clock time)

Adjective Clause:  Place
The city is beautiful.
I live there.
What does "there" mean?  It means in the city.
Prepositions of Place:  at, in, on, under, below, above, around, from, by, next to,

  1. Which two nouns are the same in each of the sentences? 
the city
the city
  1. Is there a preposition in front of the noun in the second sentence?
Yes,  in the city

  1. Is the noun or pronoun a person, thing, possessive?
It is a thing.
A city is a thing.

  1. What relative pronoun do you use for things?
which

  1. If you move the preposition, use preposition + which. Move the preposition + which to the beginning of the adjective clause and place the adjective clause next to the noun that you are describing..
1. The city in which I live is beautiful.

  1. Notice that with place, you must keep the preposition of place at the end of the adjective clause.
2.  The city which I live in is beautiful.
3.  The city that I live in is beautiful.
4.  The city I live in is beautiful.
When you move the preposition to the beginning of the adjective clause, this is usually more formal.
  1. However, if you do not keep the preposition, the only choice is to use where.
5. The city where I live is beautiful.

The city where I live in is beautiful.
5 possibilities with place
Do not use a preposition with where.
Another Example of Adjective Clause of Place
The street is very narrow.
I live there.
5 Possibilities
1.  The street on which I live is very narrow.
2.  The street
 which I live on is very narrow.
3.  The street
 that I live on is very narrow.
4.  The street
 I live on is very narrow.
5.  The street
 where I live is very narrow.
Adjective Clauses
Take a look at this sentence:
The happy woman danced across the street.
Happy is an adjective modifying the noun woman.
It is telling us which woman.
Do you remember that which one is one of the adjective questions?
Which woman? The happy woman.
Now, look at this sentence.
The woman who looks happy danced across the street.
This time, a whole clause is modifying the noun woman!
The clause is still telling us which woman.
Which woman? The woman who looks happy.
This clause is an adjective clause. It is a group of words with a subject and a verb, and it is acting as one part of speech - an adjective.

Most of the time, relative clauses are introduced by relative pronouns.
There are only five relative pronouns.
who, whom, whose, that, which
Here are examples using these relative pronouns:
·         The person who made the mess needs to clean it. (modifyingperson)
·         The girl whom you teach is my sister. (modifying girl)
·         People whose cats shed need to vacuum often. (modifying people)
·         This is the house that Jack built. (modifying house)
·         The book which I had not read fell on my head. (modifying book)
Relative pronouns link the clause with the word that the clause is modifying.
Did you notice that the noun that comes directly before the clause is the noun that the clause is modifying?
The cool thing about relative pronouns is that they also act as the subject, object, or some kind of modifier within the adjective clause.
Let's use this sentence as an example.
This is the house that Jack built.
The independent clause is This is the house. The relative clause is that Jack built. Notice that both clauses have a subject and a verb.
That is introducing the realtive clause. It is linking the word house with the whole clause.
That is also acting as the direct object within the clause.
Jack = subject built = verb that = direct object
Look at the sentence diagram, and it will help you see what I mean.
http://www.english-grammar-revolution.com/images/relative_pronoun_bubble.jpg
You'll find more information and sentence diagrams on the relative pronouns page.

No Relative Pronoun?
Sometimes the relative pronoun is missing from the relative clause.
Don't fret!
You can still have an adjective clause without the relative pronoun.
Here is an example of a sentence with the relative pronoun that.
·         The instrument that I love is the piano.
The adjective clause is that I love.
Can you think of how you could express that same idea without the relative pronoun?
·         The instrument I love is the piano.
Now the adjective clause is just the words I love, but the word that is implied. It's as if the sentence says:
·         The instrument (that) I love is the piano.
Whenever words are implied in a sentence, it is called an elliptical.
The technical name for a missing relative pronoun is an elliptical relative pronoun.
If you want to diagram the sentence, diagram the implied relative pronoun in parenthesis.

Relative Adverbs
While most of the time relative clauses are introduced by relative pronouns, sometimes they are introduced by relative adverbs (where, when, why).
Here are some examples. Notice that the clause is still modifying a noun.
·         This is the park where we played.
·         Tuesday is the day when we have pizza for dinner.
·         Our teacher told us the reason why we study grammar.